Aku Memilikimu

0
70

Puisi Oleh : M Rafly Purnama Rizaldy

Tumbuh hingga akar mencengkram, 

hilang dari permukaan

Kuat hingga tanah tak mampu menggesernya,

dan tinggi menjulang hingga tak mampu disetarakan

Karena aku memilikimu, kendali atas diriku

Oh Tuhan, apakah ini adalah sifat yang engkau turunkan?

Melihat diri di depan kaca, melihat cahaya yang bersinar terang

Hanya aku punya, aku punya cahaya yang terang itu

Lalu cahaya ku menjadi lawan dari kegelapan mu 

Tak lupa ku punya kuda yang gagah dan berani,

siap memenangkan 

Mata membara penuh tujuan

Tatapan tanpa henti 

membakar segala yang menghalanginya

Namun kuda itu mati ditembak tepat di kepalanya

Tersungkur dan sekarat hingga matanya sudah padam

Maka kuda itu tak berdaya, hingga menyadari bahwa sudah tiada lagi

Hari berganti hari

Namun wajah kuda itu tak lepas dari ingatanku saat timah panas menghantamnya

Bayang-bayang matanya membuat aku menyadari ia tak berguna lagi

Kupandang lagi diriku di depan cermin melihat ada yang aneh

Ada hal lain diluar daripada diriku yang tak kukenal melintas 

yang lebih indah dan memiliki banyak warna

yang lebih terang daripada cahayaku

Aku keliru ketika bercermin, 

Hanya seukuran tubuhku yang mampu dimuatnya

Aku lalu tersungkur dihantam cahayaku sendiri

Perlahan meredup, tidak lagi terang, hingga menghilang

Aku dan kudaku adalah jejak-jejak penderitaan

Maka lekas aku nyanyikan sebuah elegi

Maka aku mendengarnya baik-baik

Lalu pergi hingga tak tersisa

Itu adalah kebaikan terakhir sebelum kami menutup mata untuk bersemayam dengan tenang

Apalah daya kami tuk memberontak bangkit dari kubur yang sudah tak berarti lagi

Kuharap kau mengerti arti perdamaian ini

Berbahagialah wahai yang telah pergi,

Hiduplah wahai yang datang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve − 3 =