CSC Corner Kosmik Unhas Soroti AI sebagai Tantangan Baru bagi Etika Komunikasi

0
64
Foto: Tangkapan Layar

Tulisan oleh: Sitti Zaenab Al Fitriyah

Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Universitas Hasanuddin (Unhas) biro Communication Study Club (CSC) menggelar CSC Corner bertajuk “Artificial Intelligence Sebagai Tantangan Baru Bagi Etika dan Praktik Komunikasi”. Kegiatan dilangsungkan secara daring melalui Google Meet, Selasa (28/07/2026).

Ketua Umum Kosmik Unhas periode 2022-2023, Ifkar Alhaq hadir sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang akal imitasi vs akal betulan, bagaimana kecerdasan buatan meradikalisasi cara manusia zaman ini memahami sebuah ekspresi seni.

Ia menekankan pembahasan etika Artificial Intelligence (AI) harus diawali dengan memahami konsep dan sejarah perkembangannya. Menurutnya, AI bukan fenomena yang muncul tiba-tiba, melainkan telah melalui proses panjang perubahan cara pandang mengenai seni, komunikasi dan ilmu pengetahuan.

“AI memiliki konteks dan sejarah yang cukup panjang dan memang sangat terkait dengan masalah kesenian. Komunikasi itu bagian dari sebuah seni,” tuturnya.

Ia memaparkan bahwa perkembangan AI berkaitan dengan pergeseran konsep esensialisme wahana menuju post-medium condition, yaitu kondisi ketika karya tidak lagi dibatasi oleh medium tertentu. Perubahan tersebut kemudian melahirkan AI modern yang memiliki kemampuan multimodal untuk mengolah teks, gambar, video, musik, hingga kode dalam berbagai bentuk.

Ifkar juga mengaitkan AI dengan konsep general intellect, yakni akumulasi pengetahuan kolektif manusia yang dihimpun melalui data. Ia menegaskan, AI tetap berbeda dengan manusia karena tidak memiliki pengalaman maupun subjektivitas meskipun mampu mengolah informasi dalam jumlah besar.

“Salah satu bentuk etika yang paling dasar dari kita adalah memiliki subjektivitas, artinya kita memiliki pengalaman dan akan menerima konsekuensi tertentu,” ujarnya.

Ifkar menilai AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir manusia. Ia juga mengingatkan pentingnya memeriksa kembali sumber informasi serta mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari penggunaan teknologi AI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here