Kelak Ku Ingin Seperti Dirimu

0
575

Teks oleh Andi Aulya Valma Basyuni

Ilustrasi oleh Ichwan Aziizil

Berjalan menatap langit tengah gelap 

Langkah kaki berdiam tak mau bergerak

Mata meredup, hidung menghirup 

Ku tersadar jikalau dunia memang begitu sejuk

Kan ku nikmati setiap udara yang masuk


Mata terfokus kepada bulir-bulir embun

Bersimpuh mengusik bunga tak bersalah

Bersyukur hadirku masih bisa merasakan

Pesona artistik nan membungkam semesta

Lirikan mata menatap jarum jam begitu cepat

Tak mengapa sang surya juga kan datang


Diriku mendekat memberi pujian, 

Kau sejuk layaknya pagi buta

Manis senyum darimu ibu, 

Semanis iringan lembut langit 

kan menampakkan cahaya mentari


Lama ku menunggu, nyatanya tak kunjung datang

Pagi buta malah mengundang hujan

Lekas diriku menjauh, 

Hujan kian menusuk sampai ke tulang rusuk


Perpaduan begitu hebat

Hujan datang di waktu tidak tepat

Membuat langit gelap tampak jauh lebih pekat

Gumpalan awan saling mendekap

Ku teringat duduk mungil dipangkuan ibu sambil menghempaskan penat


Ku pandang tiap polesan raut wajah ibu 

Segudang kisah kuceritakan padanya kala itu

Terus berpijak kepada sosok bagian dari hidup

Erat genggaman tanganmu menandakan teguran nan lembut

Kini pembicaraan jauh berbeda

Tapi tetap saja nasihat terus ada

Bahkan terkadang itu berlebihan

Tapi kupaham dunia luar sedang menghantui anak seusiaku


Satu titik keringatmu pun takkan sebanding dengan beribu keringatku kelak

Ku ingin belajar banyak darimu, Ibu

Suatu saat ku akan jadi sepertimu

Wanita sejuta pengorbanan

Hati Ikhlas takkan goyah walau badai menerjang


Buliran embun menggelincir ketanah

Goresan tinta muncul secepat tembakan panah

Pupil mata tak pernah dusta

Bukti kuat sudah jelas adanya

Hujan selalu membentuk genangan air

Rintikan kerap menjadi kawan syair


22 Desember 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − 11 =