Review

Kesalahan Berpikir

Tulisan Oleh : Takasimaya

Berpikir, penciri yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Manusia memiliki pencirian sendiri yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Berangkat dari berpikir, manusia memiliki kemampuan untuk mencari kebenaran. Pencarian kebenaran dipupuk dari kegelisahan yang ada pada manusia. Kemudian disubtitusikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Sejatinya, manusia tidak pernah terlepas dari keadaan berpikir. Secara teknikal yang lebih luas, bagaimana manusia menjalani kehidupan disitulah proses berpikir. Kemudian diluar dari beberapa hal teknis manusia memang tidak berpikir karena tidur atau berada dalam keadaan berpikir atau tidak berpikir itu tidak disadari.

Dari berpikir tak jarang kita akan menjumpai kesalahan berpikir atau logical fallacy yang terjadi karena ketidaksesuaian antara apa yang dipikirkan untuk merumuskan pokok pikiran. Argumen yang lahir dari logical fallacy terkesan benar adanya, tetapi justru argumen tersebut berasal dari penalaran yang keliru atau salah. Susunan premis yang digunakan tidak berkaitan dengan argumen yang ada. Jika dipetakan, kesalahan berpikir memiliki 3 karakteristik yaitu:

– ada kesalahan logika berpikir

– ada dalam argumen

– ada kesan “menipu”

Macam-macam Logical Fallacy

  1. Ad Hominem

Kesalahan berpikir yang pertama adalah ad hominem. merupakan kesalah berpikir yang paling sering dijumpai. Alih-alih menyerang isi argumen, si penyerang justru membawa argumen ke ranah pribadi lawan. 

  1. Strawman

Selanjutnya, ada kesalahan berpikir strawman. Dalam kesalahan berpikir ini, argumen lawan bicara diubah menjadi argumen baru yang digunakan sebagai senjata untuk menyerang.

  1. Appeal of ignorance

Pada umumnya sesat pikir apple of ignorance menganggap suatu pernyataan benar karena belum terbukti salah, atau suatu pernyataan itu salah karena belum terbukti benar. 

  1. False Dichotomy

Kesalahan berpikir yang satu ini adalah ketika seseorang menganggap dalam satu argumen, hanya terdapat dua pilihan. Hal ini dapat dianalogikan ke dalam “analogi hitam putih” tidak ada pertimbangan lain dan menjadi alasan utama dalam menyampaikan argumen.

Kosmik

Recent Posts

Lantik Pengurus Kosmik ke-39, Kadep Ilkom Unhas Tekankan Semangat Kreativitas

Tulisan oleh: Nur Muthya Salwa Acara Pelantikan Pengurus Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Periode ke-39…

2 days ago

Tandai Awal Kepengurusan Baru, Kosmik Periode ke-XXXIX Resmi Dilantik

Tulisan oleh: Masyita Kepengurusan Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik…

2 days ago

Lewat Rapat Kerja, HIPMI PT Unhas Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Wirausaha

Tulisan oleh: Abu Dzar Alghifari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi (PT) Universitas Hasanuddin…

2 weeks ago

Dilema Pembangunan dan Ruang hidup

Tulisan oleh: Andi Erika Pembangunan selalu terdengar indah ketika dibicarakan lewat angka, investasi, dan janji…

2 weeks ago

Dari Public Speaking hingga Crisis Communication, Kosmik Unhas Perkuat Skill Komunikasi Mahasiswa Melalui PR Class

Tulisan oleh: Sitti Zaenab Al Fitriyah Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Fakultas Ilmu Sosial dan…

4 weeks ago

KIFOCASSION 2026: Ruang Apresiasi Karya dan Kebangkitan Pameran KIFO KOSMIK

Tulisan oleh: Nur Muthya Salwa Klub Kine dan Fotografi (KIFO) di bawah naungan Korps Mahasiswa…

4 weeks ago