Mid90s: Bernostalgia dengan Kisah Sunburn

0
1029

Teks oleh Muh. Dirga Luthfi

Gambar: a24films.com

Judul Film: Mid90s
Tahun Rilis: 2018
Sutradara: Jonah Hill
Genre: Coming-of-age, Drama, Komedi,  Keluarga
Durasi: 85 Menit
Produser: Eli Bush, Jonah Hill, Ken Kao, Scott Rudin, Lila Yacoub

Film ini merupakan film coming-of-age tahun 2018 yang ditulis dan disutradarai oleh Jonah Hill dalam debutnya sebagai sutradara. Film ini menceritakan Stevie “Sunburn” (Sunny Suljic) bocah berusia 13 tahun yang hidup di tahun 1990-an, bergaul dengan beberapa orang yang lebih tua darinya dan tergabung dalam sebuah kelompok skateboard.

Kisah Sunburn menggambarkan kehidupan anak laki-laki pada umumnya, melakukan kegemarannya, mencari banyak teman dan sering lari dari rumah untuk bermain. Berkembangnya karakter Sunburn dalam cerita membuat kita sebagai penonton terbawa ke dalam nostalgia kehidupan masa anak-anak yang memasuki tahap remaja, ditambah lagi dengan tampilan gambar dan ukuran film ini sesuai dengan latar tahunnya yang memberikan sensasi tersendiri dalam menyaksikannya.

Meskipun karakter Sunburn yang menjadi fokus utama dalam cerita, karakter lain juga diperkenalkan dengan baik melalui interaksinya dengan pemeran utama. Sehingga semua karakter dalam film ini terlihat penting dan memiliki bagian yang sesuai. Misalnya karakter Ian (Lucas Hedges) sebagai kakak Sunburn yang sering diperlihatkan memukul adiknya. Akan tetapi dalam beberapa adegan, karakter Ian ditampilkan sebagai saudara yang peduli terhadap adiknya, secara tidak langsung menampilkan bagian cerita kakak-beradik yang nyata dan peduli terhadap satu sama lain. Selain itu, karakter teman-teman Sunburn yang menampilkan ketidakpedulian mereka terhadap perilaku yang baik, tetap memiliki rasa peduli terhadap satu sama lain. Karakter mereka ini mengajarkan bahwa seburuk apapun manusia, dalam hati kecil mereka pasti memiliki perasaan yang baik.

Sunny Suljic merupakan pilihan yang tepat untuk memerankan Stevie “Sunburn”, anak berusia 13 tahun yang memang hebat dalam bermain skateboard. Selain itu akting Sunny sangat cakap dan mampu menumbuhkan rasa emosional terhadap penonton, membuat kita dapat merasakan perih kehidupannya dan merasa peduli dengan gaya hidupnya. Sunny yang total dan kuat dalam memerankan karakter membuat kita terkesima dengan aktingnya. Secara kesuluruhan, akting dari para pemain sangat bagus dan sesuai dengan anak 90an pada masanya.

Sutradara Jonah Hill yang terkenal sebagai aktor dan penulis komedi berhasil mengeluarkan hal yang tidak biasa dilihat oleh penikmat film dari aktor ini yakni film yang tidak hanya fokus terhadap drama dan komedi cerita Los Angeles. Hill mampu menceritakan film yang tidak bertele-tele dan berhasil memperlihatkan elemen kehidupan Los Angeles tahun 1990an. Hill yang bekerja sama dengan sinematografer Christopher Blauvelt memaksimumkan tampilan film 1990an dengan tampilan bentuk kotak dan visual yang terlihat kasar.

Musik yang sesuai dengan latar tahun, kebanyakan menampilkan lagu hip-hop sesuai adegan, memberikan nilai tambah dari film ini. Membuat kita semakin bernostalgia dan nyaman dalam menyaksikan aksi Sunburn dengan skateboardnya. Film ini tidak selalu memuaskan akan tetapi nyaman untuk disaksikan dan tidak terasa dibuat-buat, layaknya menyaksikan film dokumenter.

Anti klimaks dari film ini juga bagus, meskipun tidak jelas terkait apa yang akan terjadi ke depannya akan tetapi tampilan dari akhir film ini menunjukkan bahwa pertemanan mereka nyata. Akting dan tampilan film membuat kita lupa kalau film ini bukan film 90an. Film ini menceritakan tentang anak kecil, tetapi segmentasi penontonnya bukan untuk anak kecil dikarenakan dialog, beberapa adegan serta pembahasan isu yang ditampilkan tidak sesuai untuk anak berusia 13 tahun kebawah.

Hal yang menarik dari film ini adalah terbawanya kita sebagai penonton dengan jalan cerita tanpa memahami pesan dari film ini. Semuanya tersampaikan secara tidak langsung melalui Sunburn yang selalu semangat untuk bisa dalam menguasai apa yang digemarinya, dalam film ini, skateboard. Jatuh, bangkit lagi, kurang lebih seperti itu pesan yang disampaikan melalui posternya. Ada saat-saat di mana para anggota kelompok melakukan beberapa percakapan yang sangat sederhana, akan tetapi pembahasan mereka itu asli bagi mereka. Intinya itu ditampilkan karena hal itu nyata dan memang dilakukan orang-orang pada waktunya. Pesannya ialah berbicara itu penting, komunikasi dibutuhkan untuk pemahaman terhadap satu sama lain.

Mid90s direkomendasikan untuk ditonton. Selain menghibur, film ini memberikan pengalaman nostalgia tahun 90an, untuk di Indonesia hampir mirip dengan televisi di tahun 2000an. Sebagai orang yang memuji film ini, pesan saya untuk orang-orang hampir sama dengan pesan film ini, yaitu “Get back up!” karena kisah kalian akan berakhir jikalau bersantai-santai terus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 − 4 =