Onward : Keajaiban Sihir untuk Bertemu Sang Ayah

0
602

Judul film : Onward
Genre : Animasi, komedi, petualangan, keluarga
Sutradara : Dan Scanlon Durasi : 1 jam 42 menit
Rilis : 4 Maret 2020 (Indonesia)

Oleh : Insyirah Salsabila Alif

Gambar : Cinemags

Pada awal bulan Maret tahun ini, Pixar and Disney Animation Studios kembali merilis animasi terbarunya, yakni Onward yang merupakan produksi ke-22 hingga saat ini, yang ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Berlin ke-70 pada 21 Februari 2020. Kisah film ini rupanya mendapat inspirasi dari kisah keluarga sang sutradara, yakni Dan Scanlon. Kisah masa kecil Dan Scanlon diadaptasi untuk cerita Onward. Ayah Dan Scanlon meninggal dunia pada 1977 saat dia belum genap berusia 1 tahun. Dan Scanlon dan kakaknya belum pernah melihat sosok sang ayah dan mengumpulkan informasi berupa foto, cerita, hingga rekaman suara. Dengan menampilkan kisah mengenai dunia fantasi modern, film yang dibintangi oleh Tom Holland dan Chris Pratt ini mampu menyajikan alur cerita yang sulit ditebak dan sarat akan makna keluarga. 

Elfs, Trolls, Cyclops dan makhluk fiksi lainnya menjadi tokoh yang diperankan dalam animasi bertema dunia fantasi ini, dimana mereka digambarkan memiliki kekuatan magis dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-hari. Hidup mereka selalu dimudahkan dengan kekuatan sihir dan berbagai keajaiban yang terjadi di kehidupan mereka. Contohnya saja ketika Centaurus hadir untuk membantu beberapa Goblin menyalakan api.

Namun waktu demi waktu, teknologi pun ditemukan oleh salah satu dari mereka dengan melihat kenyataan bahwa kekuatan sihir sangat sulit untuk dikuasai. Awalnya, Centaurus wanita menciptakan lampu yang dapat dinyalakan hanya dengan menggerakkan tuas, dan disusul dengan kecanggihan teknologi lainnya sehingga kekuatan sihir pun hilang dan dilupakan oleh seluruh makhluk fiksi itu.

 Berabad-abad kemudian, dikisahkan sebuah keluarga kecil; Ian Lightfoot yang diperankan oleh Tom Holland, dan Barley Lightfoot yang diperankan oleh Chris Pratt, dihadapkan dengan kenyataan bahwa ternyata ayah mereka (yang telah tiada) telah menyimpan suatu benda berharga yang mampu membawa mereka ke petualangan yang amat seru. Benda itu adalah tongkat sihir turun temurun bangsa Elf, dan sang ayah berharap salah satu dari mereka masih memiliki kekuatan sihir itu.

Kedua lelaki Elf tersebut tidak melewatkan kesempatan itu dengan sia-sia, dan memecahkan misteri demi misteri untuk dapat bertemu dengan ayah mereka kembali menggunakan tongkat sihir tersebut. Dengan kekuatan sihir oleh Ian, dan pengetahuan fairy tale milik Barley, mereka mengarungi daerah demi daerah sebelum matahari terbenam. Sebab bila terlambat, maka mereka tidak akan dapat bertemu dengan ayah mereka kembali.

Efek suara yang disajikan dalam film ini pun sangat apik, dimana penonton seakan-akan mendengar suara asli dari kegiatan yang dilakukan pemain. Selain itu, musik yang disajikan untuk menambah keseruan film sangat sesuai dengan adegan yang dilakukan pemain, sehingga penonton tidak merasa bosan ketika menyaksikan film ini. Contohnya saja pada adegan Barley memutar kaset pada mobil van nya, sehingga menarik (kaki) sang ayah untuk menari bersama kedua anaknya.

Penempatan karakter di hadapan kamera pun tak kalah baiknya dengan hal yang telah saya jelaskan, sehingga penonton dapat larut dalam aksi yang dilakukan oleh karakter-karakter tersebut. Makluk fiksi serta lokasi yang ditampilan dalam film ini pun tentu memiliki desain dan daya tarik tersendiri, sehingga kita tak akan bosan ketika mereka melakukan aksi.

Di samping menyajikan kisah yang jenaka yang mampu membuat penonton terbahak-bahak, film ini sangat menarik untuk kalian tonton bersama anggota keluarga, sebab film ini memiliki pesan yang sangat menyentuh mengenai pentingnya arti sebuah keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 − four =