Barangkali, Kita Sedang Tumbuh

0
11
Foto: by Pinterest

Tulisan oleh: Nina Ramadhani

Tidak ada yang benar-benar mengajarkan bahwa tumbuh adalah belajar kehilangan sedikit demi sedikit.

Kita kehilangan waktu yang dulu berjalan pelan.
Kehilangan halaman rumah yang semakin jarang disapu langkah kaki.
Bahkan kehilangan suara ibu yang dulu terdengar setiap pagi, karena kini hanya hadir melalui panggilan singkat di sela-sela kesibukan, dari balik layar telepon.

Kita tumbuh, lalu dunia meminta lebih banyak keberanian daripada yang pernah kita miliki.

Ia meminta kita tersenyum saat lelah, berjalan saat ingin berhenti, dan tetap percaya meski tidak semua mimpi menemukan jalannya hari ini, tanpa lagi ada tangan yang menggenggam agar kita tidak terjatuh.

Di kota yang dipenuhi lampu, kita sering lupa bahwa ada rumah yang tetap menyalakan doa setiap malam.

Ada seseorang yang diam-diam menghitung berapa lama sejak terakhir kita berkata, “Aku baik-baik saja.” Padahal, barangkali ia pun ingin berkata, “Aku tidak baik-baik saja. Tolong mengerti aku.” Namun, entah mengapa, semua itu terasa percuma untuk diucapkan.

Aku selalu mengutuk kedewasaan. Rasanya lelah menjadi dewasa. Rasanya lelah harus terus berlari mengejar sesuatu yang bahkan tidak tahu di mana akhirnya. Rasanya lelah untuk terus memahami. Bahkan bayang-bayang tentang kehidupan yang akan datang selalu menghampiri, lalu bertanya, bagaimana jika ternyata aku gagal? Apakah masih ada yang mau menerima seseorang yang gagal?

Lalu aku berpikir, barangkali menjadi dewasa bukan tentang mampu menanggung semuanya sendiri.

Melainkan tentang tetap tahu ke mana harus pulang saat hati mulai kehilangan arah.

Dan jika suatu hari langkah ini terasa terlalu berat, semoga kita tidak malu untuk berhenti sejenak, menatap langit, lalu mengingat bahwa hidup bukan perlombaan untuk menjadi yang paling cepat.

Ia hanyalah sebuah perjalanan agar kita pulang dengan hati yang masih mampu mencintai, bersyukur, dan percaya bahwa setiap kehilangan diam-diam sedang mengajarkan cara menjadi manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here