Menilik Makna “Aku Ingin” Karya Sapardi Djoko Damono

0
630

Penulis : Ariq Rizqulrrahman Harun | Pembuat Ilustrasi : Ilvi Nurul Izzah

Setiap karya pasti memiliki suatu makna yang terkandung di dalamnya. Makna tersebut bisa saja tersurat dengan jelas, namun kebanyakan disiratkan dengan begitu indah oleh para senimannya. Sekilas soal makna tersirat, yaitu pemaknaan suatu hal yang tidak dijelaskan langsung secara berandang. Biasanya pemaknaannya dapat dimengerti setelah melihat karya tersebut secara utuh dan sepenuh hati. Misalkan dalam karya puisi, makna tersiratnya baru bisa ditemukan apabila dibaca dan dipahami dengan sungguh-sungguh. Sayangnya, tidak semua orang dapat mengartikan makna-makna tersirat dalam suatu karya. Entah karena malas untuk berpikir lebih kritis atau memang hanya ingin menikmati karya tersebut tanpa menyiksa diri mencari referensi terkait yang dapat membuat tenggelam dalam keindahan karya tersebut.

Menilik lebih lanjut terkait pemaknaan tersirat, ada sebuah puisi karya Sapardi Djoko Damono berjudul ‘Aku Ingin’ yang pemaknaan tersiratnya membuat ternganga bak sedang bermain keong. Puisi ini memaknakan sebuah cinta sederhana dengan penganalogian yang tidak begitu sederhana. Indah terbaca namun apabila tidak dipahami dengan baik maka makna beberapa bagian akan terlewati begitu saja. Padahal ketika makna tersebut berhasil diterjemahkan dengan mudah oleh semua orang, pun mereka yang tidak begitu menyukai karya sastra akan hanyut dalam indahnya karya sastra, salah satunya masterpiece karya Sapardi Djoko Darmono Ini. 

Berikut syair puisi karya Supardi Djoko Damono yang berjudul ‘Aku Ingin’.

Aku ingin mencintaimu

Dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat

Diucapkan kayu kepada api

Yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu

Dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat

Disampaikan awan kepada hujan

Yang menjadikannya tiada

Lalu bagaimana sih makna dari puisi di atas? Apakah kira-kira kalian bisa memaknakan penganalogian yang diberikan oleh Sapardi Djoko Damono tersebut? Mari kita ulik lebih jauh.

Syair, “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana” dapat dimaknakan bahwa cinta yang diberikannya adalah sebuah cinta tanpa syarat dan apa adanya. Sederhana disini dapat dimaknakan sebagai apa adanya. Kemudian untuk syair, “Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu” dan “Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada” dapat dimaknakan bahwa ada pengorbanan besar dalam cinta sederhana ini.

Tidak berhenti disitu, pemaknaan analogi dalam karya Sapardi Djoko Damono ini bahkan dapat dimaknakan dalam sudut pandang sains. Bait pertama memberikan analogi cinta sederhana sebagai, “Kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu”. Pada sebuah proses pembakaran yang sempurna akan menghasilkan abu. Dalam hal ini pembakaran yang dimaksud adalah proses antara kayu dan api. Reaksi sempurna dari kayu dan api tersebut kemudian menghasilkan abu. Ketika analogi tersebut diterjemahkan menjadi bahasa yang lebih sederhana, kayu adalah aku, api adalah kamu, dan proses keduanya akan menghasilkan kita.

Aku + Kamu = Kita

Selanjutnya pada bait kedua memberikan analogi cinta sederhana sebagai, “Isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”. Hujan berasal dari awan karena awan adalah air yang berbentuk gas. Ketika hujan terjadi maka awan akan perlahan-lahan terkikis dan menghilang. Tanpa awan, hujan tidak akan ada. Dari hal tersebut dapat dimaknakan bahwa dalam cinta ini para pihaknya rela melakukan pengorbanan satu sama lain. 

Nah, Apakah dari penjelasan di atas kalian sudah bisa lebih paham terhadap makna puisi tersebut? Apakah sama dengan apa yang kalian tangkap setelah memahami isi puisinya? Jika ternyata kalian punya pemaknaan berbeda, itu tidaklah masalah. Bagaimanapun pemaknaan suatu karya kembali lagi pada siapa yang memaknakannya. Bahkan mungkin bisa sangat berbeda dari apa yang berusaha disampaikan oleh sang seniman. Tapi, disitulah keindahan sebuah seni. Setiap orang bebas menginterpretasikan apa yang dirasakan dan memaknainya sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven − 7 =