Ini sebuah kisah tentang seorang pria
Yang hidup dalam kesepian dan kehampaan
Tiada yang mampu menghiburnya
Terjebak dalam rasa yang kelam

Ia terdiam dalam keheningan malam
Di bawah langit yang terang benderang
Namun hatinya kosong dan hampa
Seperti angin kencang yang berhembus tanpa henti

Angin kencang lalu memperdengarkan lirihannya
Menyampaikan pesan cinta yang lama terpendam
Sayangnya angin masih akan bertiup seribu tahun lagi
Membawa kenangan yang berdebu pada sang pria
Rafly Al Ghifahri

Share
Published by
Rafly Al Ghifahri

Recent Posts

Messi dan Ronaldo Pergi, Sepak Bola Kehilangan Rivalitas Terbesarnya

Tulisan Oleh: Muhammad Hisyam Zuhair Spanyol menutup Piala Dunia 2026 sebagai juara, dan mereka pantas…

5 days ago

HUT Ke-37 Kosmik Pererat Silaturahmi Lintas Generasi

Tulisan Oleh: Putri Khairunnisa Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar peringatan Hari…

7 days ago

Alumni Kosmik Bagikan Pengalaman Berorganisasi pada HUT Ke-37

Tulisan Oleh: Putri Khairunnisa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sekaligus alumni Korps Mahasiswa Ilmu…

7 days ago

Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelar Seminar Program Kerja di Kelurahan Massepe

Tulisan Oleh: Amira Yaumil Azmi kk Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang…

7 days ago

KKN-T UMKM Unhas Paparkan Program Kerja untuk Pengembangan UMKM Desa Talawe

Tulisan Oleh: Andi Nurul Magfirah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Usaha Mikro, Kecil, dan…

7 days ago

Mumu: Ketika Keheningan Menjadi Bahasa Cinta

Tulisan oleh: Nur Muthya Salwa Judul Film: Mumu (不说话的爱 / Bu Shuo Hua De Ai…

7 days ago