Tulisan oleh: Andini Putri Nabila
Communication Study Club (CSC) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan CSC Corner bertajuk “Beyond Obscura: Memahami Lebih Dalam, Mengenal Lebih Dekat”. Kegiatan berlangsung di Pelataran Baruga Unhas, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Koordinator CSC, Gyanendra Julyazzer, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, ia membahas keterkaitan antara keilmuan, kemahasiswaan, dan pergerakan mahasiswa sebagai pijakan dalam berorganisasi.
Pria yang akrab disapa Nendra tersebut menjelaskan tiga materi utama yang sebelumnya diberikan dalam Obscura, yakni kemahasiswaan, keilmuan, dan kekosmikan. Menurutnya, ketiga materi tersebut merupakan satu rangkaian yang saling berkaitan sebelum mahasiswa memahami Kosmik secara lebih mendalam, baik melalui pendekatan kultural maupun struktural.
“Ketika kita berbicara mengenai mahasiswa, itu tidak lepas dari yang namanya pergerakan dan juga organisasi sebagai wadah atau ruang untuk meng-apply kegiatan-kegiatan yang ada di kemahasiswaan dan juga yang ada di keilmuan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nendra mengaitkan pergerakan mahasiswa dengan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat dan bangsa. Menurutnya, mahasiswa tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial karena keberadaannya sebagai kaum terpelajar turut berkaitan dengan upaya memahami dan merespons berbagai persoalan yang muncul.
Nendra juga menyoroti sejarah pergerakan mahasiswa di berbagai negara, seperti Manifesto Cordoba di Argentina pada 1918 dan Gerakan Tiananmen di China pada 1989. Ia menjelaskan bahwa pergerakan mahasiswa dapat dipicu oleh berbagai persoalan, mulai dari birokrasi pendidikan hingga kebijakan pemerintah dan kondisi masyarakat.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga dengan kondisi sosial di sekitarnya. Nendra menekankan bahwa pergerakan mahasiswa perlu berangkat dari kepekaan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.
“Mahasiswa tidak bisa dilepaskan dari masyarakat. Pergerakan mahasiswa itu lahir dari persoalan-persoalan yang ada di masyarakat dan bagaimana mahasiswa melihat serta berusaha menyelesaikan persoalan tersebut.”




