Tulisan oleh: Sitti Zaenab Al-Fitriyah
Communication Study Club (CSC) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOSMIK) Universitas Hasanuddin menggelar kelas logika bertajuk “Creative Mind Matters dalam Dunia Kerja Modern” melalui Google Meet pada Jumat, (1/5/26).
Kelas ini menyoroti pentingnya ide dan kreativitas di tengah dunia kerja modern yang semakin didominasi oleh perkembangan Artificial Intelligence (AI). Anggapan bahwa ide kreatif merupakan sesuatu yang remeh pun dipertanyakan dalam diskusi tersebut.
Pemateri, Reno Destrian, menjelaskan bahwa ide bukanlah sesuatu yang muncul secara instan, melainkan hasil dari proses berpikir yang panjang dan kompleks. Namun, persepsi masyarakat kerap menyederhanakan ide sebagai sesuatu yang biasa.
“Perbedaan cara pandang inilah yang membuat ide dianggap biasa saja,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ketika ide tidak lagi dianggap penting, seseorang cenderung hanya berfokus pada eksekusi. Akibatnya, proses yang dijalankan menjadi kehilangan arah dan makna.
Menurutnya, ide merupakan fondasi utama dalam proses kreatif. “Ide tidak hanya berperan dalam menghasilkan karya, tetapi juga memberikan nilai, makna, dan kedalaman pada hasil yang diciptakan, ” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, dalam konteks dunia modern, karya dapat dengan cepat dinilai, terutama melalui media sosial. Hal ini membuat publik lebih sering melihat hasil akhir tanpa memahami proses panjang yang melatarbelakanginya.
Ia pun mengingatkan pentingnya menempatkan ide sebagai pusat dalam berkarya, agar hasil yang dihasilkan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memiliki kedalaman makna.




