Foto : Poster Film Spider-Man: Brand New Day.
Tulisan oleh: Nur Muthya Salwa
Judul Film: Spider-Man: Brand New Day
Sutradara: Destin Daniel Cretton
Penulis Skenario: Chris McKenna dan Erik Sommers
Tanggal Rilis: 31 Juli 2026
Perusahaan Produksi: Marvel Studios dan Sony Pictures
Durasi: 145 Menit
Pemeran Utama: Tom Holland, Sadie Sink, Olivia Booth-Ford, Tramell Tillman, Jon Bernthal, Florence Pugh, Mark Ruffalo
Film ini dibuka dengan kehidupan Peter Parker yang kini hidup sendirian di New York. Setelah ingatan semua orang tentang dirinya dihapus oleh mantra Doctor Strange, Peter tidak lagi punya teman, uang, atau teknologi canggih peninggalan Tony Stark. Ia terpaksa hidup hemat dan berjuang sendirian dari nol sebagai pahlawan biasa. Kehidupan sepi Peter mulai terganggu saat kota New York kembali dilanda kekacauan besar akibat teror penjelajah pikiran dan kejahatan rahasia milik pemerintah.
Di tengah situasi tersebut, Peter mencoba mencari tempat untuk kembali percaya. Ia kemudian berhadapan dengan lembaga pemerintah bernama Department of Damage Control (DODC) yang dipimpin oleh Bill Metzger. Peter yang masih polos berpikir bahwa lembaga ini dapat dipercaya untuk menjaga keamanan kota. Namun, kepercayaan tersebut justru membawanya pada sebuah kenyataan yang tidak ia duga.
Rasa kecewa Peter mencapai puncaknya saat ia berhasil menyusup ke markas rahasia DODC. Di sana, Peter terkejut mengetahui bahwa berbagai senjata canggih yang mereka buat ternyata dirancang khusus untuk menghancurkan Spider-Man. Apa yang awalnya ia kira sebagai sebuah lembaga yang dapat diandalkan justru menjadi ancaman bagi dirinya. Dari pengalaman tersebut, Peter mulai menyadari bahwa menjadi pahlawan juga berarti belajar menentukan sendiri siapa yang bisa dipercaya. Pengkhianatan itu akhirnya menjadi salah satu titik yang membuat Peter semakin dewasa dan sadar bahwa ia harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri.
Namun, persoalan tentang siapa yang sebenarnya menjadi ancaman tidak hanya dialami oleh Peter. Film ini juga membawa penonton pada sosok Jean Grey yang sejak awal ditampilkan sebagai penjahat yang sangat mengerikan. Jean mengamuk dan merasuki pikiran warga kota tanpa alasan yang jelas. Tindakannya membuat ia mudah dilihat sebagai sumber kekacauan yang harus dihentikan.
Pandangan tersebut perlahan berubah menjelang akhir film. Terungkap bahwa seluruh aksi nekat dan teror Jean selama ini sebenarnya merupakan bentuk keputusasaan seorang adik yang sedang mencari kakaknya, Sara Grey, yang hilang tanpa kabar. Sosok yang sebelumnya terlihat sebagai ancaman ternyata menyimpan luka yang jauh lebih besar daripada yang terlihat.
Kisah Jean kemudian menjadi semakin kelam ketika ia ditangkap dan dijadikan bahan percobaan di laboratorium rahasia DODC. Di tempat itulah Jean mengetahui kenyataan pahit bahwa kakaknya ternyata telah tewas setelah disiksa dalam eksperimen yang sama. Pengungkapan ini membuat semua tindakan Jean sebelumnya terasa berbeda. Kemarahannya ternyata bukan muncul tanpa alasan, melainkan lahir dari kehilangan dan keputusasaan untuk menemukan seseorang yang sangat ia cintai.
Puncak emosinya hadir ketika rahasia di balik kata “V-Max” akhirnya terungkap. Saat terbaring di meja laboratorium, Jean mendongak ke atas dan baru menyadari bahwa kata V-Max yang sempat diucapkan kakaknya sebelum meninggal bukanlah nama kode atau senjata rahasia. V-Max ternyata hanya merek ventilasi udara yang ditatap oleh kakaknya pada detik-detik terakhir sebelum meninggal.
Pengungkapan sederhana tersebut justru menjadi salah satu bagian paling menyedihkan dalam film. Sesuatu yang sejak awal terasa seperti misteri besar ternyata hanyalah bagian kecil dari momen terakhir seseorang sebelum kehilangan nyawanya. Perubahan sudut pandang dari sosok yang dikira sebagai ancaman menjadi korban trauma membuat karakter Jean terasa semakin emosional dan menyentuh.Meski memiliki cerita yang kuat, film ini tetap memiliki beberapa kekurangan. Karakter Bill Metzger sebagai pimpinan DODC terasa seperti penjahat biasa yang kurang mendapat pengembangan latar belakang jika dibandingkan dengan kisah Jean dan Sara Grey. Selain itu, kemunculan karakter lain seperti Yelena Belova dan Bruce Banner di beberapa adegan juga sempat membuat fokus cerita terbagi dari konflik utama.Pada akhirnya, Spider-Man: Brand New Day berhasil menunjukkan bahwa cerita pahlawan tidak harus selalu berpusat pada pertarungan melawan musuh dari luar angkasa. Di balik pengkhianatan DODC dan misteri V-Max, film ini justru berbicara tentang hal yang lebih dekat dengan manusia: rasa kecewa, kehilangan, dan proses untuk menjadi dewasa.Peter belajar bahwa tidak semua orang yang terlihat dapat dipercaya akan benar-benar berada di pihaknya. Sementara Jean memperlihatkan bahwa seseorang yang terlihat sebagai ancaman belum tentu benar-benar menjadi sumber masalah. Keduanya sama-sama membawa luka yang membuat mereka harus belajar menghadapi kenyataan dengan caranya masing-masing.Pada akhirnya, mungkin yang membuat Spider-Man: Brand New Day terasa emosional bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana setiap karakter berusaha bertahan setelah mengetahui kenyataan yang tidak pernah mereka bayangkan.
Tulisan oleh: Zildan Maulana Yusuf Yes, and how many times must a man look upBefore…
Tulisan Oleh: Aflahulkhalis Klub Kine dan Fotografi (KIFO) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Universitas Hasanuddin…
Tulisan Oleh: Nadine Arsetya Prabowo Ada hal-hal yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari…
Tulisan Oleh: Tim Baruga dan CSC Komunikasi politik bukan sekadar proses penyampaian informasi, melainkan proses…
Tulisan Oleh: Nur Muthya Salwa Communication Study Club (CSC) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Universitas…
Tulisan oleh: Muhammad Hisyam Zuhair Judul Asli: Factfulness: Ten Reasons We're Wrong About the World…