Penulis : Ichwan Aziizil | Ilustrasi : Ichwan Aziizil
Tak ada syair untuk mengawali hari ini, yang ada hanya kerinduan yang begitu mengintervensi, Ia hadir menjadi risalah hati, saat semua sibuk menyibukkan diri. Satu demi satu batang rokok ku bakar dan menghisapnya, tak lantas mengusir kegundahan di kepala, di hati serta jiwa dan raga. Cepatlah pulih, aku rindu duduk melingkar bersama, bercengkrama dan berbagi kisah suka serta duka.
Jangan kemana mana. Setelah ini, setelah semua hiruk pikuk dan pandemi sialan ini usai, kita kembali keruang kita yang dulu, yang tak legam termakan waktu. Menghisap rokok sruput gayo atau kintamani andalan kita. Jaga diri masing masing, itu adalah cara menjaga keluarga kita juga.
Sampai berjumpa di ruang bercengkrama selanjutnya
#dirumahaja
Tulisan oleh: Tim CSC dan Baruga Diskusi ini membahas dinamika dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo…
Tulisan oleh: Andini Putri Nabila Communication Study Club (CSC) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Universitas…
Written by: A. Airlangga Nyiwi Journalism is the process of collecting, verifying, writing, editing, and…
Tulisan oleh: Nur Muthya Salwa Sabtu, 17 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto genap berusia 75…
Tulisan oleh: Putri Khairunnisa Judul Film : MonsterTahun Rilis : 2023Sutradara : Hirokazu KoreedaGenre :…
Tulisan Oleh: Nadin Arsetya Prabowo “Hidup rakyat Indonesia! Hidup Mahasiswa!" Suara lantang dari TOA itu…