Tulisan Oleh: Nur Muthya Salwa
Communication Study Club (CSC) Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar diskusi interaktif mengenai dinamika kebijakan publik. Kegiatan yang mengusung tema “Realitas Sosial Politik Melihat Gaya Komunikasi Pemerintah” tersebut berlangsung di SORA Space Cafe, Makassar, Rabu (09/09/2026).
Co-Founder Classmate.id, sekaligus Alumni Ilmu Komunikasi 2021, Abdul Salam menjelaskan, komunikasi politik pada dasarnya merupakan proses penyampaian pesan dari pemerintah kepada publik untuk membangun transparansi. Ia memaparkan, tata kelola komunikasi yang buruk dari pemangku kebijakan berpotensi menurunkan legitimasi dan tingkat kepercayaan masyarakat.
“Proses komunikasi itu adalah proses untuk memastikan pesan yang kita sampaikan sampai kepada komunikan sesuai dengan apa yang kita inginkan,” ujarnya.
Salam mengungkapkan, pemerintah memiliki kewajiban moral serta kontrak sosial untuk melaporkan dan menjelaskan setiap pijakan kebijakan publik kepada rakyat. Ia menilai penyampaian informasi yang tidak transparan hanya akan memicu resistensi hingga aksi protes di tengah masyarakat.
“Ketika kita memberikan komunikasi yang tidak bijak, legitimasi terhadap pemerintah akan menurun,” tegasnya.
Menurutnya, efektivitas komunikasi pejabat publik di era digital seharusnya diiringi dengan kebijaksanaan serta kepekaan sosial yang tinggi. Ia berharap para mahasiswa komunikasi dapat terus mengasah daya kritis dalam mengawal setiap wacana maupun kebijakan pemerintah.




