Seporsi Mie Ayam untuk Indonesia

0
51
Foto: by Pinterest

Tulisan: Sitti Zaenab Al Fitriyah

Denging suara lantang digaungkan, menyalak-nyalak
sebab kuasa terkepal di tangan.
Tak peduli apakah masuk logika
atau menginjak realita.
Melayang tinggi berfantasi,
diiringi musik tepuk tangan,
tawa kosong penderita yang masih saja membela.

Nyalang tatap tajam, tunjuk awak media massa.
“Bisakah sedikit saja istirahat menulis berita?
Sini, kita duduk, makan gratis, lalu tertawa bersama.
Tulis saja kita ini bangsa besar dan kaya.
Persetan nilai rupiah tiada artinya
karena kita warga desa.”

Oh… Kasih, selamat panjang usia,
walau lukamu selalu basah, terbuka menganga.

Tenang saja, kita masih punya mahasiswa
yang masih saja bergelut, bertarung dengan sertifikasi
dan angka yang tak ada habisnya
untuk ia gunakan mencari kerja.

Yang masih bermimpi mencerdaskan
dan mengobati anak bangsa,
walau upah yang diterima
jauh dibanding beban kerja.

Kita masih punya rumah, kan?

Berupa puing-puing batu berdebu,
tak kunjung datang bantuan
tuk amankan anak dari hujan.

Atau rumah mewah terus bertambah
seharga darah, angka korban jiwa.
Atau seharga kertas-kertas
serta setumpuk emas,
sayang diabaikan karena hanya dibayar
beberapa tahun penjara?

Terima kasih untuk seporsi mie ayam,
enaknya tiada dua.

Meski isinya tak lepas
dari bayang-bayang inflasi harga,
setidaknya ada semangkuk penghibur
penat, luka, lara
di tengah bisingnya dunia
bernama Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here