Tulisan oleh: Puji Lestari W
Katanya, Indonesia baik-baik saja.
Bendera masih berkibar.
Pagi masih menyapa.
Anak-anak masih membawa cita-cita.
Hari terus berjalan seperti biasa.
Lalu, mengapa hati tak lagi terusik
oleh yang seharusnya membuat kita resah?
Masalah tak datang sebagai badai.
Ia memilih menjadi gerimis.
Setetes, lalu setetes lagi.
Kecil, nyaris tak terlihat.
Hingga kita berkata,
“Tak apa.”
“Masih biasa.”
Dan tanpa sadar,
yang biasa itu
tak lagi terasa sebagai masalah.
Barangkali, yang berubah bukan negeri ini,
melainkan cara kita memandang.
Yang keliru dimaklumi.
Yang rapuh dibiarkan.
Yang bersuara dianggap mengganggu.
Hingga diam terasa lebih aman
daripada peduli.
Aku mencintai Indonesia.
Karena itu, aku tak ingin kehilangan resah.
Sebab bangsa tak dijaga oleh mereka
yang selalu berkata,
“Semuanya baik-baik saja.”
Bangsa dijaga oleh mereka
yang masih berani
menyebut yang salah tetap salah.
Yang paling menakutkan
bukanlah banyaknya masalah.
Melainkan saat
kita tak lagi mampu membedakan
mana yang harus diterima,
dan mana yang tak pernah
boleh dibiasakan.




